Anet A8 How to Feed Filament
Berikut ini adalah kelanjutan daftar upgrade dan troubleshooting 3d Printer Anet A8. Artikel Part 1 Bisa dibaca di link berikut:
Anet A8 Upgrade dan Troubleshoot Part 1
6. Extruder Macet, Overloose atau Overtight
3d Printer knock-down, sesuai namanya, betul-betul bisa dibongkar pasang. Termasuk pada bagian yang disebut dengan extruder. Extruder sendiri terdiri dari dua roda gear, sebuah pegas, sebuah motor, dan dua buah kipas. Salah satu roda itu digerakkan menggunakan motor, lalu bahan filament dimasukkan ke antara dua buah roda agar dapat naik dan turun sesuatu dengan setting yang sudah diatur oleh software. Filament lalu akan masuk ke dalam sebuah pipa dan dipanaskan oleh hot end hingga ia meleleh lalu didorong keluar melalui nozzle.
Ada kalanya ketika melakukan printing, tebal filament yang keluar melalui nozzle ternyata tipis, tidak sesuai dengan dimensi yang diharapkan. Akibatnya layer-layer yang tersusun tidak menempel satu sama lain atau hasil print terlihat putus-putus dan ringkih. Hal ini kemungkinan terjadi karena filament yang 'mengalir' dan didorong melaui hot end ternyata sebagiannya tertahan. Bisa jadi hal ini terjadi karena setting software yang kurang pas. Namun terkadang ada masalah pada extruder, seperti ketika terdengar juga bunyi tik tik tik dari printer head.
Bila hal ini yang terjadi, jangan panik. Segera matikan printer, sehingga otomatis stepper disabled. Geser hot-bed agar tidak menghalangi nozzle, lalu dengan hati-hati bukalah salah satu kipas penutup extruder. Kita bisa melakukan ini saat hot-end masih panas lalu memanfaatkan panas nozzle untuk mengeluarkan sisa filament (misal dengan didorong menggunakan stainless 1.5 mm), atau kita bisa menunggu hot-end menjadi dingin untuk kenyamanan dan keamanan tangan. Kita juga bisa memasang clamp pada badan motor agar tidak berubah posisi ketika kipas dilepas.
Setelah kipas dilepaskan, kita bisa melihat apa yang terjadi di dalam extruder. Ada beberapa kemungkinan, di antaranya:
(a) Filament tidak masuk ke antara dua roda
Jika hal ini terjadi, tidak akan ada filament yang keluar melalui nozzle, sebaliknya nozzle akan mengeluarkan asap dan tercium bau karamel dari PLA yang berada di dalam nozzle head. PLA yang terjebak akan mencair lalu terpanggang terlalu lama hingga hangus. Periksa apakah posisi filamentnya kurang tepat. Jika iya, tarik keluar filament dari tempat ia tersangkut lalu masukkan ke antara dua roda kembali. Pastikan juga filament masuk ke pipa hot end.
(b) Pegas terlalu kencang
Apabila pegas terlalu kencang, pegas akan menekan roda yang menempel pada motor sehingga filament menjadi longgar. Filament mungkin terlepas ke atas karena tidak terperangkap di antara dua roda. Akibatnya, tidak ada material filament yang masuk pipa hot end. Pegas yang tersedia biasanya memang ditekan ketika kita akan melepas filament lama atau memasang filament baru. Ketika itu pegas akan melengkung lalu roda-roda gear pun menjadi berjauhan sehingga filament mudah terlepas.
(c) Pegas terlalu longgar
Jika pegas terlalu longgar, dua roda akan menempel satu sama lain sehingga menjepit filament dengan kuat. Akibatnya filament tidak lancar mengalir ke dalam hot end (pemanas) dan jumlah material yang bisa terdorong keluar melalui nozzle pun hanya sedikit. Untuk menguji seberapa kencang atau longgar pegas seharusnya, ada dua parameter yang bisa dijadikan acuan (rule of thumb). Pertama, pastikan baut tombol di atas extruder masih bisa ditekan untuk melepas filament, tidak tertahan oleh baut-baut yang beradu. Kedua, dalam posisi filament berada di antara dua roda, putarkan gear yang menempel pada motor secara perlahan, lihat apakah filament bergerak dengan mulus atau tidak. Untuk melakukan kedua uji ini, badan motor harus di-clamp ke dudukan extruder agar posisinya sesuai dengan posisi ketika kipas sudah terpasang.
(d) Baut gear yang menempel pada motor ternyata longgar.
Selain permasalahan yang berkaitan dengan pegas, ada juga permasalah yang berkaitan dengan posisi gear dan pegas yang tidak segaris. Hal ini dialami oleh banyak Makers yang menggunakan Anet A8. Gear yang menempel pada motor memiliki dua baut kecil yang berfungsi untuk menjaga posisi gear tepat berada di hadapan roda gear kedua. Bila baut-baut ini kendor, roda gear bisa bergeser maju ke depan. Akibatnya filament sering tidak pas memasuki pipa hot end. Bila ternyata baut-baut ini longgar, kencangkan menggunakan kunci L hexagonal yang terkecil (bawaan paket printer). Selanjutnya, kembali pasang filament, pasang kipas penutup, dan coba preheat atau printing untuk menguji apakah kini material sudah bisa keluar dengan lancar.
7. Air-Blower Sekeliling Nozzle Head
Mekanisme 3d printing membutuhkan heater dan cooler secara bersamaan agar suhu filament bisa tetap konstan selama 3d printing berlangsung. Kipas pendingin bawaan pabrik memliki blower yang menghembuskan udara ke nozzle dari satu sisi, sehingga pasta filament yang keluar tentu akan terpapar udara dingin hanya dari satu sisi saja. Salah satu upgrade yang disarankan adalah memasang outlet blower yang mengelilingi nozzle, agar udara dari kipas dihembuskan dari segala arah.
8. Extruder Nozzle 3d Printer Macet
Nozzle macet sering terjadi akibat plastik filament yang terjebak di dalam nozzle head sulit untuk dilelehkan kembali. Bila hal ini terjadi, lepaskan nozzle dan rendam dalam acetone selama 30 menit dalam wadah tertutup lalu coba tempatkan ujung nozzle di atas lilin (genggam nozzle dengan pinset tahan panas). Bila plastik terlihat meleleh, dorong keluar dari nozzle dengan batang besi (atau bisa menggunakan kunci L terkecil bawaan pabrik.).
9. Bagian Luar Nozzle yang Kotor
Ada dua cara untuk membersihkan eksterior nozzle yaitu (1) menggunakan sikat besi secara perlahan atau (2) menggunakan cairan acetone. Sikat besi bisa dengan mudah membersihkan legam menghitam pada nozzle. Jika tidak dibersihkan, legam dan kerak ini akan menyebabkan filament yang keluar justru menempel ke sisi nozzle, bukannya menempel ke hot bed atau layer print sebelumnya. Hasil printing tentunya menjadi kurang maksimal. Cairan acetone sangat efektif untuk membersihkan nozzle terutama jika kita menggunakan filament ABS. Akan tetapi, acetone juga tetap bisa digunakan untuk PLA. Lakukan preheat nozzle, tempatkan acetone pada wadah kecil lalu dekatkan ke mulut nozzle hingga nozzle sedikit terendam. Bisa juga diaplikasikan dengan bantuan cotton buds untuk mengoleskan acetone ke sisi nozzle sambil mengangkat legam dan debu yang menempel.
10. Temperatur Hot End 3d Printer tidak sampai pada temperature yang diinginkan, stagnan di bawah angka target.
Tidak sedikit pengguna 3d printer Anet A8 yang mengeluhkan kejadian anomali pengukuran suhu hot end nozzle di bagian kepala printer. Pada layar LCD terlihat suhunya tidak sampai ke suhu yang diinginkan, terus bolak-balik di bawah ambang batas yang dibutuhkan printer untuk mulai bekerja. Di saat yang sama tercium bau plastik terbakar seperti karamel, yang berarti sebenarnya filament sudah siap untuk didorong keluar nozzle. Hal ini umunya terjadi karena posisi sensor temperatur yang kurang menempel dengan hot end. Atau bisa juga sensornya kurang berfungsi atau kabelnya mengalami kerusakan. Untuk mengetahui suhu hot end sebenarnya, kita bisa menggunakan thermometer tembak (infra red) skala industri (bukan yang untuk badan, tetapi yang range suhunya hingga 300 derajat celcius). Namun, jika tidak ada thermometer juga tidak apa-apa. Kita bisa langsung menekan sensor suhu menggunakan mata obeng agar menempel pada hot end. Jika sensor masih berfungsi dengan baik, kita akan bisa melihat di layar LCD angka suhu merangkak naik hingga menyentuh target yang diharapkan. Selanjutnya, matikan printer dan diingingkan, lalu tempelkan sensor panas ke hot end dengan menggunakan selotip kaptan.
11. Humid filament
Filament PLA memiliki sifat hydrophilic yang berarti bisa menyerap air dari lingkungan sekitar, termasuk udara. Ketika PLA disimpan di dalam ruangan lembab, ia akan mengembang dan menjadi getas sehingga sangat mudah putus. Hasil 3d-printnya pun lebih fuzzy dan terkadang terlihat ada bekas-bekas air. Cara penyimpanan PLA yang terbaik adalah di dalam dry box atau plastik zip yang disedot vakum. Jika gulungan filament terlanjur basah atau lembab maka bisa di-dehidrasi menggunakan mesin dehydrator atau oven pada suhu 30-50 derajat celcius.
———————–
Sekian daftar problem dan perbaikan Anet A8, part 2. Mungkin ada kelanjutannya di kemudian hari. Sementara itu, selamat berkarya terus, Sobat Makers!
———————–
Wallahua'lam
———————–
johnstonfainterep.blogspot.com
Source: https://diyfabcolab.com/2021/08/15/anet-a8-3d-printer-review-permasalahan-solusi-dan-upgrade-part-2/
0 Response to "Anet A8 How to Feed Filament"
Enviar um comentário